Jejak Islam

Jejak Islam di Nusantara

Peradaan  Islam masuk Indonesia diyakini dan diperkirakan oleh banyak ahli sejarah muncul sejak peradaban  Hindu Budha mengalami penurunan peran politiknya di wilyah nusantara. Agama Hindu-Budha  memang terlebih dahulu membentuk sebuah peradaban besar di wilayah Nusantara melalui kerajaan Sriwijaya dan Majapahit yang banyak memberikan inspirasi bagi terbentuknya NKRI di kemudian hari.

Sebuah kenyataan bahwa kerajaan yang bercorak Hindu-Budha terlebih dahulu membangun peradaban yang sangat penting bagi bangsa Indonesia, namun kehadiran Islam di Indonesia dengan berbagai budayanya menjadi sangat dominan dan penting hingga saat ini. Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia, bahkan disebut Indonesia sebagai negara dengan pemeluk Agama Islam terbesar di seluruh dunia. Aqiqah Karawang

Sejak kapan, mengapa dan bagaimana konversi dari Hindu-Budha menjadi Islam ? telah banyak di diskusikan bahkan diperdedebatkan oleh para ahli. Penyebaran Islam merupakan satu tahap yang sangat penting dalam Sejarah Indonesia modern, meskipun demikian harus diakui bahwa bukti-bukti arkeologis dari masa peradaban Islam menjadi sangat langka.  

Bahkan M.C Ricklefs menyebut bahwa sejarah Islam di Indonesia sangat penting tetapi juga paling tidak jelas. Lebih lanjut Ricklefs menyebutkan bahwa Islam sudah ada di Negeri Bahari Asia Tenggara sejak zaman Islam masa Khalifah Ketiga, Utsman (644-656 M). Jika informasi ini benar berarti terdapat selisih 100 tahun dari keberadaan kerajaan Kutai  yang diyakini berdiri sekitar abad ke-5 M.

Kehadiran Islam di wilayah Nusantara bisa dilacak dari berbagai data arkeologis dan sumber-sumber babad, hikayat, legenda yang terwariskan secara turun temurun dan dari mulut ke mulut ( oral tradition ), bahkan juga dari berita asing dari pengelana yang sempat singgah di wilayah Nusantara. Di Leran Gresik terdapat sebuah kubur yang tertulis nama Fatimah binti Maimun bin Hibatullah ( wafat 475 H / 1082. Aqiqah Karawang

Meskipun bukti ini keberadaanya selanjutnya diketahui tidak menunjuk berasal dari sebuah makam di Jawa, akan tetapi batu nisan tersebut batu nisan yang terdapar di Pelabuhan Leran Tuban setelah sebelumnya digunakan sebagai  pemberat Jangkar sebuah kapal yang berasal dari Timur Tengah.

Penemuan ini belum bisa menjelaskan apa-apa tentang keberadaan Islam di Jawa.  Kemudian juga terdapat makam Maulana Malik Ibrahim (wafat 822 H/ 1419 M. Di Troloyo Trowulan juga terdapat komplek makam muslim yang berangka tahun Saka dari abad ke-13 -- 15 M. Sebagai petujuk perkembangan Islam di Pulau Jawa.

Proses islamisasi di wilayah nusantara, apakah hanya ditemukan di Pulau Jawa ? tentu tidak Petunjuk tertua yang tentang keberadaan masyarakat Islam ternyata di temukan di Pulau Sumatera tepatnya di pemakaman Lemreh ditemukan nisan Sultan Sulaiman bin Abdullah al Bashir, yang wafat pada tahun 608 H / 1211 M. Petunjuk berikutnya adalah ditemukannya sebuah batu nisan yang berangka tahun 696 H / 1297 M milik Sultan Malik As Shaleh penguasa pertama Kerajaan Samudera.

Berita asing yang mencatat Islam di wilayah Sumatera bagian Utara ini adalah Marco Polo seorang Musyafir dari Venezia yang singgah di Sumatera pada tahun 1292 dan Musyafir Maroko yang lebih memahami agama Islam yang bernama  Ibnu Batutah menjelaskan bahwa penguasa Kerajaan Samudera adalah seorang pengikut Madzhab Syafii. Hal ini menegaskan bahwa kemudian mayoritas umat Islam Indonesia mayoritas ber mahzab Syafii. Aqiqah Karawang

Dari berita asing yang  lain adalah berita asing dari China yang ditulis oleh Ma Huan tahun 1433 M dan berita asing dari Portugis terutama dari Tom Pires (1512-1515 ) memberikan gambaran tentang keberadaan masyarat muslim di Nusantara, terutama di bagian pesisir Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah telah muncul pemukiman -- pemukiman Islam yang cukup ramai.

Selain itu juga terdapat kitab historiografi tradisional Indonesia yang menceritakan tentang keberadaan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia seperti Babad Tanah Jawi, Babad Sengkala, Babad Tjerbon, Hikayat Hasanudin, Purwaka Caruban Nagari  memberikan sumbangan yang cukup meyakinkan tentang proses berkembangnya Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. 

Meskipun karya-karya tersebut mengundang perdebatan metodologis dan waktu penulisannya yang kadang-kadang tidak bisa diterima dalam kaidah-kaidah Historiografi modern, namun karya-karya tradisional tersebut memberikan gambaran dan referensi untuk dapat melacak asal muasal Islam menjadi agama mayoritas di wilayah nusantara.

Keberadaan kerajaan-kerajaan Islam di wilayah nusantara ternyata hampir menjangkau kepulauan-kepulauan besar yang ada di nusantara.  Tome Pires dalam Suma Oriental (1512 -1515 ) menceritakan bahwa di Sumatera, terutama di sepajang pesisir Selat Malaka dan Pesisir Barat Sumatera telah banyak kerajaan Islam baik yang besar maupun yang kecil seperti Aceh, Bican, Lambri, Pedir, Pirada, Pase, Aru, Arcat, Rupat, Siak, Kampar, Tongkal, Indragiri, Jambi,Palembang, Andalas, Pariaman, Minangkabau, Tiku, Panchur, Barus dan lain sebagainya. Aqiqah Karawang

Di Pulau Jawa terdapat kerajaan Demak, Pajang, Cirebon, Banten dan Kerajaan Mataram dan kerajaan-kerajaan pecahan Mataram seperti Kasunanan Solo, Kesultanan Yogyakarta, Kadipaten Mangkunegara dan Paku Alaman di Yogyakarta.  Di Nusa Tenggara terdapat Kerajaan Lombok, Sumbawa dan Kerajaan Bima.  

Sedangkan di Maluku terdapat kerajaan Ternate, kerajaan Tidore. Di Sulawesi kerajaan Gowa-Talo, kerajaan Wajo. Di Pulau Kalimantan terdapat Kerajaan Banjar, kerajaan Kutai, kerajaan Pontianak.Aqiqah Karawang



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hemat Banget di Aqiqah Maidah!

Cara Efektif Mendidik Anak Menurut Imam Al-Ghazali

Aqiqah Ngoro Mojokerto Terbaik Pilihan Artis