Kekuatan Husnudzon
Husnuzan, Ini Pentingnya Berbaik Sangka pada Sesama
Sikap husnuzan akan
melahirkan keyakinan bahwa segala kenikmatan dan kebaikan yang diterima manusia
berasal dari Allah, sedangkan keburukan yang menimpa manusia disebabkan dosa
dan kemaksiatannya.
Tidak
seorang pun bisa lari dari takdir yang telah ditetapkan Allah. Tidak ada yang
terjadi di alam semesta ini melainkan apa yang Dia kehendaki dan Allah SWT
tidak meridhai kekufuran untuk hamba-Nya. Allah SWT telah menganugerahkan
kepada manusia kemampuan untuk memilih dan berikhtiar. Segala perbuatannya
terjadi atas pilihan dan kemampuannya yang harus dipertanggung jawabkan di
hadapan Allah SWT. Aqiqah Sidoarjo
Seorang
muslim wajib bersopan santun terhadap saudara, karib-kerabatnya dan kepada
orang-orang yang ada hubungan silaturrahmi, seperti bersopan santun terhadap
kedua orang tuanya, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, hilangkan perasaan
su’uzan.
Husnuzan atau berbaik sangka
terhadap sesama manusia, merupakan sikap mental terpuji, yang harus diwujudkan
melalui sikap lahir, ucapan dan perbuatan yang baik, diridai Allah SWT, dan
bermanfaat.
Sikap,
ucapan, dan perbuatan baik, sebagai perwujudan dari husnuzan itu hendaknya
diterapkan dalam kehidupan berkeluarga, bertetangga serta bermasyarakat.
Tujuan hidup berkeluarga yang islami adalah terbentuknya keluarga yang memperoleh rida dan rahmat Allah SWT,bahagia serta sejahtera baik di dunia maupun di akhirat. Maka, agar tujuan luhur tersebut dapat tercapai, diperlukan adanya prasangka baik antar anggota keluarga.
Husnuzan
melahirkan sikap saling menghormati antar tetangga. Dalam sebuah hadits
Rasulullah bersabda, “Antara tetangga yang satu dengan yang
lainnya hendaknya saling menghormati dan menghargai tetangganya.”
(HR. Muslim no. 47)
Selain
saling menghormati, sikap selanjutnya adalah berbuat baik kepada tetangga
dengan cara melakukan perbuatan-perbuatan baik dan bermanfaat kepada tetangga
dan tidak merugikan/menyakiti tetangga.
Segala sesuatu dalam
bentuk sikap dan sifat yang akan memperkuat dan memantapkan persaudaraan harus
dijaga dan dipelihara. Segala bentuk sikap dan sifat yang dapat merusak ukhuwah
harus dihilangkan. Agar hubungan ukhuwah islamiyah itu tetap terjaga dengan
baik, salah satu sifat positif yang harus di lakukan adalah husnuzan atau
berbaik sangka.
Karena
itulah, jika kita mendengar hal-hal yang buruk terhadap saudara sesama muslim
sebaiknya kita tabayyun (pengecekan) terlebih dahulu sebelum mempercayai
apalagi meresponnya secara negatif.
Allah
SWT, berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang
fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan
suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan
kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.(QS. Al-Hujurat Ayat 6)
Hikmah
Husnuzan
Sikap
husnuzan ini memiliki beberapa hikmah yang bisa diambil. Diantaranya,
Pertama,
husnuzan melahirkan kesadaran bagi umat manusia, bahwa segala sesuatu di alam
semesta ini berjalan sesuai dengan aturan dan hukum yang telah ditetapkan
dengan pasti oleh Allah SWT. Tidak ada sesuatu yang kebetulan.
Kedua, husnuzan akan
mendorong manusia untuk berusaha dan beramal dengan sungguh-sungguh untuk
mencapai kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat dan mengikuti hukum sebab
akibat yang berlaku dan ketetapan Allah SWT.
Ketiga, sikap husnuzan
mendorong manusia untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT yang memiliki
kekuasaan dan kehendak yang mutlak dan memiliki kebijaksanaan, keadilan, dan
kasih sayang kepada makhluk-Nya.
Keempat, husnuzan menanamkan
sikap tawakal dalam diri manusia karena menyadari bahwa manusia hanya bisa
berusaha dan berdoa, sedangkan hasilnya diserahkan kepada Allah sebagai zat
yang menciptakan dan mengatur kehidupan manusia.
Kelima, sikap husnuzan mendatangkan ketenangan jiwa dan ketentraman hidup karena meyakini apa pun yang terjadi adalah atas kehendak Allah SWT. Aqiqah Sidoarjo

Komentar
Posting Komentar